Selamat datang di www.gloriagnys.blogspot.com --- yuk jangan sungkan tuk segera membaca sambil mendengar musik-musik rohani dari mg radio
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Februari 2010

MENJADI SAKSI???

HALELUYA…. MAHA DAHSYAT TUHAN YESUS….! Yaaah kata itulah yang terucap dalam hatiku setelah membaca bagian awal kitab Wahyu melalui Alkitab elektronik yang ada dikomputer kerja saya. Betapa tidak cobalah perhatikan ayat demi ayat dalam kitab Wahyu 1 : 1-20 ini, secara garis besar Allah menyatakan kemuliaanNya. Dia yang telah turun ke dunia dan disia-siakan oleh umat manusia yang akan diselamatkanNya. Dia yang awal dan yang akhir, Alfa dan Omega, yang hidup dan yang akan datang, menyatakan kemuliaanNya pada Yohanes hamba yang dikasihiNya untuk menyampaikan berita yang luar biasa “dahsyat” ini. Dengan segala kemegahanNya Allah menyatakan diri pada Yohanes yang kepenuhan Roh Kudus.

“Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,” (ayat 10).

Yohanes memperoleh tugas mulia secara langsung dari Tuhan untuk memberitakan kebenaran dan kebesaranNya. Dan saya kira bukan hanya Yohanes yang diperintahkan untuk memberitakan kabar sukacita ini, sebab kita juga adalah anak-anak Allah yang percaya akan kebenaranNya, dan sedang menantikan kedatanganNya untuk yang kedua kalinya bukan?? Jadi sudah sepatutnya kita juga menjadi “saksi” yang baik dan benar bagi Tuhan.

Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.(ayat 9)

Apakah saudara masih mau menantikan kedatangan Tuhan?? Jawabnya ada pada saudara masing-masing. Sebab kita sekarang sudah tahu betapa Allah kita adalah Allah yang hidup, Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir dan yang hidup dulu sekarang dan selamanya. Allah yang dahsyat… Dan Yesus Kristus AnakNya yang tunggal yang sekarang telah memegang kunci maut, kunci kerajaan maut,(ayat 18) telah siap untuk menghakimi dan memnghukum orang-orang yang tidak tekun dan tidak setia kepadaNya. Terlebih mereka yang menyia-nyiakan tawaranNya untuk menerima anugerah keselamtan. Adakah allah lain yang seperti Tuhan Yesus, yang mempunyai jaminan keselamatan bagi setiap orang yang percaya padaNya? Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6). Tuhan Yesus tidak meminta kita untuk melakukan yang berat-berat dalam hidup kita, tetapi Dia hanya minta kita tetap “tekun”, “setia” dan “menjadi saksi yang benar” bagiNya.

MAU…???

Tuhan Yesus memberkati setiap kita yang mau membaca, merenungkan dan melakukan firmaNya. Amien


cak@goestinuz.ssp

Rabu, 13 Januari 2010

TUHAN ADALAH GEMBALAKU

MAZMUR 23:1-6

Mazmur ini pastilah ditulis dengan perenungan yang mendalam! Daud mempercayai bahwa Tuhan adalah Gembalanya. Dan itu berarti tidak akan pernah kekurangan baginya! Jika kita menjadikan Tuhan Yesus sebagai Gembala kita, maka hidup kita tidak akan kekurangan. Kita memiliki hidup yang terjamin, selalu cukup! Tahun 2010 memang masih masih misteri dan kita akan tahu apa yang terjadi bila saatnya tiba dan kita lalui, namun jika Tuhan Yesus menjadi gembala kita, kita tidak perlu kuatir dan takut sebab di dalam Dia, kita tidak akan kekurangan.
Jadikan Tuhan Yesus sebagai Gembala, maka hidup kita tidak akan kekurangan segala sesuatu. Artinya Tuhan cukup bagi kita, mengapa demikian?

1. TUHAN Adalah Gembala Yang Penuh Kasih (ayat 2-3).
Memang ayat 2-3 adalah tugas yang ‘wajib’ bagi seorang gembala untuk memelihara domba-dombanya. Namun tahukah Saudara bahwa dalam Alkitab, kita juga menemukan gembala-gembala yang pandir dan jahat, yang tidak peduli pada hewan peliharaan mereka? Mereka disebut gembala upahan! (lihat Yehezkiel 34). Berbeda dengan TUHAN, Dia adalah Gembala yang penuh kasih. PemeliharaanNya rohani dan jasmani bagi kita, domba-dombaNya, adalah pernyataan kasihNya! Dunia dan setan menawarkan pemenuhan kebutuhan dan keinginan kita, namun tidak gratis! Bahkan jahat! Namun Tuhan tidak demikian, Dia mengasihi Saudara. Lihat saja tahun lalu, apa yang sudah dikerjakan Gembala kita, Tuhan Yesus? Dia memelihara kita bukan? Bahkan Tuhan Yesus pernah bersabda: “Akulah Gembala yang baik, Aku menyerahkan nyawaKu bagi domba-dombaKu” (Yohanes 10:11). Dia mati di kayu salib bagi kita. Masih meragukan kasih Tuhan Yesus, Gembala kita? Sebab itu jadikan Tuhan Yesus sebagai Gembala dalam hidup dan keluarga kita. Pastikan Saudara menjadi domba-dombaNya.

2. TUHAN Adalah Gembala Yang Perkasa (ayat 4-5).
Tidak dapat disangkali bahwa ayat 4-5 menunjukkan keperkasaan sang Gembala! Saat melewati lembah kekelaman, Daud berkata “Aku tidak takut, sebab Engkau bersertaku!” Artinya, Tuhan memiliki kemampuan melindungi dan menolong! Ayat 5 memberikan gambaran yang tidak berbeda, ayat ini menunjukkan saat domba- domba menghadapi para lawan, maka Gembala menjadi Pembela yang perkasa! Menjadikan Tuhan Yesus sebagai Gembala hidup kita bukan berarti hidup tanpa tantangan, tetapi hidup mengatasi tantangan dengan mujizatNya! Lihat saja Daud, yang mempercayai bahwa Tuhan adalah Gembalanya, seluruh hidupnya penuh tantangan., namun Tuhan membelanya. Mengapa kita harus menjadikan Tuhan sebagai gembala kita? Ingatlah, karena Dia adalah Gembala yang perkasa! Apa yang tidak dapat Dia buat?

3. TUHAN Adalah Gembala Yang Setia (ayat 6).
Daud memhami bahwa Tuhan adalah Gembala yang setia. Dia selalu ada di mana saja dan kapan saja dalam hidup kita! Bahkan Tuhan sudah ada di hari esok bagi kita! Dia selalu setia mendampingi, mengasihi dan menolong anak-anakNya! Tuhan bukan hanya setia saat di padang yang berumput hijau dan dekat air yang tenang (ayat 2-3) seperti yang selalu kita pikirkan. Lihat saja, jika kita diberkati, sehat dan semua ‘baik-baik saja’, kita akan mengatakan lihat Tuhan mengasihi dan setia. namun kalau ada masalah, sakit penyakit atau pergumulan lain, kita akan berkata: “Dimana Tuhan sih?” Tetapi sebenarnya Tuhan selalu ada bagi kita sebab Dia setia! Saat kita berjalan dalam ‘lembah kekelaman’-pun, Dia beserta kita! (ayat 4). Bukankah di tengah pergumulan hidup tahun lalu, Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatanNya? Ingatlah, Dia setia. Tuhan Yesus juga ada saat kita dalam peperangan (ayat 5). Bahkan Dia-lah yang selalu memberikan kekuatan dan kemenangan bagi kita! Bukan hanya itu, Daud menyatakan pada kita bahwa Tuhan Yesus setia mengiringi langkah hidup kita dengan segala kebajikan dan kemurahanNya sampai kita “diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa” (ayat 6). Sampai kita tiba di kandang yang kekal.

Masih takut memasuki tahun 2010 ini? Kalau masih kuatir, tidak apa-apa asal kekuatiran itu mendorong Saudara untuk mencari dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai Gembala Saudara. Dan kalau Tuhan kita, Yesus Kristus, sudah menjadi Gembala kita, jangan kuatir lagi. Karena Tuhan Yesus adalah Gembala yang penuh kasih, perkasa dan setia! Hanya apakah Saudara sudah menempatkan diri sebagai ‘domba-domba’-Nya? Selamat Tahun Baru, Tuhan Yesus memberkati.

di kutip dari khotbah
Pdt. Lukas Widiyanto S.Th.
Gembala GPT “MARANATHA” Surabaya
Disampaikan dalam
IBADAH TUTUP TAHUN & BUKA TAHUN,
Kamis, 31 Desember 2009

Jumat, 23 Oktober 2009

Seberapa Dekatkah Anda Saat Ini?

Dekat dengan Kristus atau jauh dari-Nya, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Kita lihat contoh dari kedua belas rasul. Mungkin kita selalu membayangkan bahwa mereka memiliki kesempatan terbesar untuk menjalin hubungan pribadi dengan Kristus. Tetapi dalam kelompok kecil itu, ada satu orang, mungkin yang paling dipercaya (karena ia menjadi bendahara), yang sesungguhnya tidak pernah memiliki hubungan pribadi dengan Kristus. Faktanya, ia mengenal kebiasaan Yesus dengan cukup baik sehingga dapat memimpin orang-orang yang akan menangkap Yesus ke tempat Dia berdoa di taman. Bahkan ia cukup dekat dengan Kristus sehingga dapat mencium-Nya. Tetapi ia tidak menenal Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhannya.

Akibatnya, “bendahara” itu tidak pernah memiliki hubungan pribadi dan berpusat pada Kristus yang tersedia bagi kita saat ini. Ia adalah contoh orang yang Yesus ceritakan ketika berkata:

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan…Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripada-Ku kamu sekalian pembuat kejahatan (Matius 7:13,22,23)

Pastikan bahwa dalam pengenalan Anda akan Allah, Anda tidak sekadar tahu tentang Allah.


(Dikutip dari buku Seri Mutiara Iman “Apakah Hubungan Pribadi dengan Allah Itu?” karya Martin R. De Haan II, hal 52 - 53)

Minggu, 08 Februari 2009

Kristen tidak selamat?

Deretan bangku kedua dari belakang adalah langganan saya sejak lebih dari 4 tahun lalu pertama kali dan setiap kali saya datang ibadah minggu di salah satu gereja besar di kota Denpasar (maaf tidak sebut nama gereja). Emang sih... tidak setiap minggu saya datang ke gereja ini, adakalanya sy datang di gereja yg tidak jauh dari tempat tinggal saya di Kuta, tapi entah kenapa saya lebih sering datang beribadah minggu di gereja ini. Bangku paling tengah dlm deretan 9 bangku baris kedua dari belakang tsb. adalah tempat duduk favorit saya (kale...) karna bangku tersebut pas banget tegak lurus dengan mimbar, jadi pandangan saya bisa lurus juga gt lho... Tapi kadang saya tidak duduk dibangku tsb ato deretan bangku tsb karna sudah keduluan orang lain hehehehe.... Tapi tiga minggu terakhir ini konsentrasi sy terasa agak terganggu saat ibadah di gereja tsb, bukan lantaran para pelayanannya, bukan pula lantaran pembawa firman ato leadershipnya, tapi lantaran suara berisik, desas-desus dan haha hihi dari deretan bangku di belakang saya, dan ternyata.... suara ribut itu berasal dari sekelompok ibu-ibu yg itu dan yg itu lagi. Ampun dj..... "ini mereka datang ke gereja mo ibadah ato arisan sih...." hanya kata itu yg ada dlm hati saya.

Hehehehe... pengalaman saya di atas mengingatkan akan anekdot yg menceritakan Mahatma Gandhi gagal menjadi orang kristen lantaran ya seperti itu.... bukan lantaran berisiknya ibu-ibu itu, tapi lantaran diusir dari bangku yg didudukinya saat pertama kali mengikuti ibadah gereja. Sehingga Mahatma gandhi berpikir bahwa bangku-bangku dlm gereja semua sudah ada yg punya, dan akhirnya keluarlah Mahatma Gandhi dari gereja dan tak kembali lagi.... hehehehe....
Dan ternyata anekdot tsb nyata dalam kehidupan bergereja anak2 Tuhan saat ini (termasuk saya hihihi.... malu deh), tidak jarang tiap kali datang ibadah di gereja, kita duduk di bangku yg itu dan yg itu lagi.... tidak salah siiih.... mungkin ini yg dinamakan sudah terlanjur sayang kale.... hehehe....

Omong-omong soal fanatik, akhir-akhir ini fanatisme keagamaan dari agama manapun semakin meningkat, makanya akhir-akhir ini sering juga terjadi pertengkaran antar kelompok beragama satu dengan lain, bahkan dari satu agama saja, sering terjadi pertengakaran karna beda pendapat dan selera, lho kok selera??? emangnya makanan.... hehehe.... selera bukan hanya untuk hal makanan kale....
Okey kita ngomongin fanatisme bergereja aja deh.... karna tidak jarang sekarang ini orang datang ke salah satu gereja lantaran sudah terlanjur sayang dengan gereja tsb.
Ada seorang kawan sekerja saya memilih lebih baik tidak bergereja daripada harus datang ke gereja yg tidak sama dengan organisasi gereja yg dia ikuti di kota asalnya (perlu diketahui bahwa saya ini tinggal di mess perusahaan, dan kami berasal dari berbagai kota)
Apakah benar fanatisme yg seperti itu???
Sodara kita harus cerdas menyikapi kehidupan di dunia ini, cerdas bersikap sebagai anak-anak Tuhan. Bergereja memang perlu, tapi fanatik terhadap organisasi gereja, saya rasa tidak perlu. Karena gereja bukan jaminan keselamatan, tapi tercatat sebagai jemaat salah satu gereja sangat diperlukan. Ibarat domba yg digembalakan, dia harus punya kandang yg pasti, dan punya gembala yg harus dikenali dan mengenalinya, supaya ada yg mengontrol keadaannya.
Tuhan Yesus datang ke dunia bukan untuk orang Kristen, Tuhan datang bukan untuk mendirikan agama, karna istilah "Kristen" timbul dari olok-olok terhadap penganut ajaran Kristus pada waktu itu (bagi yg sudah pernah baca sejarah awalnya agama kristen pasti tahu) tapi Dia datang untuk mengasihi dunia ini, untuk semua bangsa (Yoh 3:16), untuk membawa damai, untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Oleh karna itu sebagai orang kristen kita harus dapat melakukan apa yang sudah diajarkanNya dengan baik dan benar, jangan merasa karna sudah kristen anda pasti selamat.
Memang benar Tuhan Yesus jamina keselamatan (Yoh. 14:6), tapi bagaimana anda akan terselamatkan kalo anda tidak tinggal di dalamNya? kalo anda tidak mengasihiNya? karena jika sodara mengsihiNya, sodara pasti melakukan firmanNya (Yoh. 14:15), bagaimana melakukan firmanNya? (Yoh 14:21)

Ya sudahlah sodara sampai di sini dulu aja pembahasannya, jangan terlalu panjang, tar sodara cape ngebacanya, klo sodara mo koment, koment aja deh... tapi saya yakin klo sodara punya kerinduan mengasihi Dia, sodara pasti kan mencari kebenaran tulisan ini dan melakukan kebenaran firmanNya. Supaya sodara tahu, sodara itu Kristen yang selamat ato tidak.
Yang perlu sodara ingat adalah Yohanes 3:16, sebagai orang percaya, sodara pasti hafal bunyi ayat ini karna ini ayat mas yg favorit, klo sampai sodara kaga hafal juga.... tuh klik Alkitab aja deh.... trus lo cari sendiri ok....

Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera menyertai saudara sekalian. Amin

GBU

Rabu, 07 Januari 2009

Free Sex

Sepuluh hari libur kerja, libur pula ngenet.... benernya sich pingin ngenet di rmh... eh ternyata di rmh jaringannya gi error... mo panggil dokter komputer..... enggan deh... secara suasana natal en taon baru... plus saya sekeluarga reat-reat bersama kluarga laen yg diselenggarakan gereja selama tiga hari dua malam. Sepulang reat-reat dah sibuk dengan kegiatan laen menjelang taon baru 2009, dan sampai akhirnya aq balik ke bali, tuh jaringan internet di rmh blom diapa-apain dah... hehehe....

Sehari kembali bekerja, pagi hari aq baca koran lokal, eeh... di situ ada kisah lucu.... seorang pria tulen menikahi "banci", gak tahu.... hehehe... sebulan kemudian dia baru tahu kalo ternyata istrinya adalah "bences" buok.... Ketika jam rehat kantor, dari kursi tamu tempat saya nonton berita siang di tv, saya dengar kisah itu jadi lelucon diantara kawan2 sekerja.... malah ada yg sempat nyeletuk,
"makanya kalo pacaran harus dicoba dulu, supaya tahu itu perempuan aseli ato perempuan jadi-jadian" dan disambut gerrr.... sama kawan-kawan laen, sayapun ikut geli mendengarnya, tapi sekejap kemudian muncul kata dlm hati,"enak aja di coba dulu... emangnya motor pake dicoba-coba," ooh my God.....

Hubungan sex bagi anak-anak Tuhan adalah sakral, kudus.... biar saja orang laen sesuka hati mempermainkan sex... berfree sex-ria, tapi kalo anda-anda adalah anak-anak Tuhan yg patuh, taat dan mau memuliakan nama Tuhan, anda harus tahu, bahwa hub sex bukan untuk dicoba-coba, bukan taman tuk ber-rekreaksi, bukan untuk pemuas nafsu birahi belaka, tapi harus dijaga kekudusannya! Mungkin anda akan merasa malu dengan lingkungan sekitar dan teman2 anda karna mereka menganggap cara hidup anda kuno.... biarkan saja... lebih baik dibilang kuno daripada masuk neroko (neraka). Jangankan mencoba... memandang dgn nafsu aja dah berzinah kok.... maka itu... Waspadalah... waspadalah... waspadalaaah.....

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
(Matius 5:28)


Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,

(I Korintus 6:9)


Nnah lhooo... masih beranikah melakukan free sex????

Rabu, 03 Desember 2008

Anak Tuhan Petak Umpet

Bacaan Alkitab : Matius 5:14-16

Hampir semua dari kita mengenal sebuah permainan anak-anak yang namanya petak umpet. Dalam permainan tersebut, setiap pemain harus bersembunyi sedemikian rupa hingga tak bisa ditemukan oleh pemain yang lainnya. Semakin pintar ia bersembunyi maka semakin hebatlah si pemain. Namun, tidak demikian dengan kekris-tenan. Orang kristiani tidak dipanggil untuk sembunyi, tetapi untuk tampil. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kita adalah terang dunia. Terang itu harus tampak atau tampil, tidak boleh disembunyikan. Masalahnya apa yang harus ditampilkan? Tuhan Yesus men-jelaskan lebih lanjut bahwa yang harus ditampilkan oleh orang kristiani bukan perhiasan salib yang menempel di kalung, mobil mewah, atau hal-hal yang berkenaan dengan materi, melainkan kebaikan hati atau perbuatan baik.

Menampilkan perbuatan baik bukanlah untuk pamer supaya orang lain melihat kita baik dan dermawan, melainkan kemuliaan Tuhanlah tujuannya. Dalam ayat 16 dikatakan dengan jelas “supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga”. Perkataan ini dengan jelas menyatakan bahwa kita melakukan perbuatan baik bukan untuk kemuliaan diri, melainkan untuk kemuliaan Tuhan.

Banyak orang kristiani dikenal baik hanya ketika ia di gereja. Namun, tidak demikian jikalau ia berada di luar gereja. Itulah sebabnya mengapa golongan ini disebut golongan anak Tuhan petak umpet. Kehadirannya sebagai terang tidak tampak karena ia bersem-bunyi dengan baik. Padahal yang Tuhan Yesus inginkan adalah terang itu tampak dan diketahui banyak orang.

Jangan letakkan terang di bawah gantang Tetapi di atas kaki dian

Penulis: Riand Yovindra

(dikutip dari: www.renunganharian.net)

Selasa, 02 Desember 2008

happy birthday to us....

Pagi ini bangun tidur ku terus mandi... tidak lupa menggosok gigi...
hehehe macam lagu aja....Trus abiz gt aq berganti pakaian... dan.... selanjutnya kutelepon mantan pacar.... bgitu tersambung... aq langsung menyanyi....

Happy birthday to you....

dan daring sebrang sana mantan pacarku menyahut....

happy birthday to us....

dan akhirnya kami berdua nyanyi...

happy birthday to us..... happy birthday to us...

walaupun kami menyanyi diiringi suara ribut anak2 SDN Kertajaya Surabaya... (karena ternyata istriku tercinta sudah sampai di sekolahnya) tapi kami bisa menyanyikan lagu tsb bersama sampai selesai... lalu kami sama2 tertawa kecil.... dan ngobrol2 lalu berakhir dengan... ueeemmmahhhhh..... hehehe...

Yaaa... hari ini Selasa tanggal 2 Desember 2008 tak terasa usia pernikahan kami sudah 13 tahun... kami bersyukur.... karena kasih kemurahan Tuhan, kami dapat melalui usia pernikahan kami ini dengan suka dan duka.... puji Tuhan.... syukur pada Tuhan Yesus Kristus yg telah memberi hikmat dan marifat bagi keluarga kami.... Btw dalam bulan desember ini, anak2 kami akan ber Ha U Te... akan bertambah usia juga... Hana skarang sudah klas 5 dan Agnys sudah klas 2 sekolah dasar
Waaah tak terasa ternyata kami sudah makin tua.... hehehe tp tetap berjiwa muda dalam pelayanan lho.... hehehe

Terimakasih Tuhan Yesus.... terimakasih....
Tuhan peliharakan rumah tangga kami... memberi damai sejahtera, sukacita dan tetap memberi kami kesempatan tuk dapat melayani Tuhan dengan baik dan benar, sampai Tuhan menjemput kami berdua kembali ke surga.... Aminnn

Sabtu, 29 November 2008

Purnama lagi

Jumat sore kemarin Purnama muncul lagi.... setelah bersalam-salaman... dia kembali sharring dgnku.... ternyata dia masih dalam kebimbangan imannya.... thanks my God.... tugas lagi ne... kemudian kutanya dia... mengapa begitu??? dan dia sedikit bercerita lagi... (ceritanya dah pernah sy tulis dgn judul "AKUlah jalan") sejak keikut sertaannya di seminar yang berbasis di luar kekristenan.... yang diadakan kampusnya.... purnama jadi sering ketemu buku2 yg mendukung kebimbangannya saat dia mencari buku tuk WL di sebuah toko buku.... dia sempat membaca sebuah buku yang tidak mengakui keTuhanan Yesus.... sehingga dia bimbang lagi dan bimbang lagi.... sudah saya tanyakan knapa dia gak sharring dgn pendeta gerejanya saja.... ternyata dia merasa kurang pas kalo sharring dgn pendetanya....
Saya berdoa dlm hati memohon bimbingan Tuhan sambil menulis tuk menguatkan iman purnama.... dan puji Tuhan pada akhirnya purnama memantapkan imannya.... tuk tetap percaya pada Yesus Kristus, Anak Allah yg hidup dan ruarrrr biasa....
Selanjutnya saya bertukar nope dgnnya.... saya janji tar nyampai mess, aq hub dia.... tapi ternyata jumat kemarin saya meninggalkan kantor jam 01.00 wita..... lha kalo dah tengah mlm gini ya gak sopan laaah tlpn cew.... jadi mohon maaf ya purnama....

Kira-kira jam 22.30 wita seorang dj mg radio dah membuka pintu YM-nya... menjelang jam siarnya.... kemudian saya sapa dia.... setelah bla... bla... bla... saya ceritakan pada dj itu... kalo saya sedang mencari seseorang cew yg kuat imannya tuk menjadi teman sharring bagi purnama... secara purnama seumuran dgn nya dan sama2 cewek gt lo.... dan saya percaya dia akan jadi teman sharring yg baik bagi purnama..... karena saya merasa ada suara yang mengatakan... dj ini cocok jadi teman sharing purnama... semoga.....

Sebelum saya tulis ini... saya kontak nope purnama.... dan ternyata dia sedang melayat di tetangga yg sedang berdukacita.... akhirnya kami gak sempat ngobrol lebih lanjut....

Ok deh purnama janganlah bimbang lagi.... hanya Tuhan Yesus yang punya jaminan keselamatan....

Kisah Para Rasul 4:12
"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Teruslah kerjakan pelayananmu demi kemulian Tuhan.... ok dj sudah siapkah saudara melayani Tuhan.... lakukanlah semua dengan tulus... apapun pelayanan saudara... jika saudara melakukannya dengan tulus dan minta hikmat Tuhan... semua akan indah pada waktunya... Amin...


Kamis, 27 November 2008

Bangganya.....

“Obama menang… Obama menang…”

“Obama terpilih menjadi presiden AS….. yesss…”

“Saya bangga Obama menang pilpres AS, karena Obama pernah tinggal dan sekolah di negara saya…”

Begitulah sekelumit komentar yang diungkapkan banyak orang dari berbagai golongan, suku, dan bangsa atas kemengan presiden AS yang terpilih tahun 2008 ini. Apakah diantara saudara yang membaca ini ada termasuk dalam kelompok yang mengungkapkan perasaan sperti tersebut di atas??? Ada atau gak ada, gak masalah kok… lha wong semua itu hak masing2 orang untuk turut bangga atas kemenangan Barrack Obama sebagai presiden AS terpilih.

Kalau orang lain saja begitu bangganya atas kemenangan Obama, apalagi saudara-saudara dan Keluarganya? Woow… pasti mereka akan jauh lebih bangga dari mereka yang hanya sekedar bangga. Sebagai keluarga, apalagi anggota keluarga… sudah pasti akan merasakan langsung kebanggaan dan kebahagiaan yang sukses di raih Obama. Yaaa jadi keluarga pejabat, orang terkenal dsb… mungkin akan punya rasa bangga tersendiri kale ya…

Nnaaah… omong-omong soal “keluarga”… harusnya kita umat Kristiani lebih bangga dari mereka. Lho kok gitcu siih… ya karena kita ini keluarga kerajaan Allah… masih ragu...? ne baca…

I Petrus 2
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan

Bener toh… nah lho… sekarang gimana…? masih ragukah…?
Sudah dibaptis toh… sudah sidi toh… nah…. apalagi coba… ???
Bukannya setiap orang yang dibaptis dalam nama BAPA, PUTRA, dan ROH KUDUS…
adalah menjadi warga kerajaan Allah….?

Nnaah… kalo gitcu… kita harus bisa hidup dengan cara keluarga kerajaan Allah, harus menjaga sikap dan penampilan sebagai warga kerajaan Allah, harus mematuhi segala aturan yang ada dalam kerajaan Allah…. yaitu yang ada tertulis dalam ALKITAB…. Mau tahu….??? Baca dong kitabnya…!! Baca alkitab jangan hanya saat di gereja aja… ambillah waktu beberapa saat saja tiap hari tuk baca firman Tuhan, masa baca2 yang laen aja bisa berjam-jam, kok baca firman Tuhan aja gak sempat… dan jangan lupa berdoa senantiasa, supaya Tuhan selalu memberi hikmat untuk hari-hari yang kita lalui… lakukanlah kebaikan…!

I Petrus 2
2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
2:17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Amin….

Rabu, 19 November 2008

AKUlah Jalan

Sore ini ada tamu di chatroomku.... seorang ade kecil yg lama tak pernah jumpa... setelah saling tanya kabar dan sedikit bah bih buh beh boh.... Purnama demikian dia punya nama.... mengungkapkan kekrisisan imannya pada Yesus Tuhan kita.... semula aq mengira dia sedang jauh dari Tuhan dan persekutuan gereja... eh ternyata dia sekarang malah sedang aktif dalam pelayanan gereja.... Selidik punya selidik ternyata dia baru saja diharuskan ikut seminar ESQ yg diselenggarakan kampusnya, yang berujung pada krisis kepercayaan Purnama pada iman Kristiani usai mengikuti seminar tsb...
Mungkin anda yang membaca tulisan ini sudah ada yang tahu apa itu ESQ.... yaitu suatu seminar pembentukan mental yg notabene berbasic non kristiani, yang diatur sedemikian rupa dengan pendukung sound system dan lighting yang baik sehingga para peserta seminar yg hadir merasa tersentuh hatinya, tergugah jiwanya dan menyadari segala perbuatan dosanya dst... (hal ini saya dengar dari dua orang kawan sekerja yang pernah mengikuti seminar tsb... mohon maaf kalau ada ketidak sesuain)
Sebenarnya mempelajari ajaran lain di luar ajaran Kristus bagi saya bukan masalah.... malahan kita akan tahu lebih banyak tentang ajaran-ajaran diluar ajaran Kristus... justru masalahnya ada pada diri kita... siap tidak kita mempelajarinya.... kokoh tidak akar iman kita pada Yesus Kristus Tuhan yang ajaib, yang perkasa dan ruaarrr biasa itu....???
Adakah yang lain berani memberi jaminan "keselamatan" seperti yang Tuhan Yesus berikan???

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)

Tidak ada saudara... tidak ada.... hanya DIA saja yang dapat memberikan jaminan itu, karena DIA adalah Anak ALLAH yang dikasihi dan kepadaNyalah Allah berkenan ( Matius 3:17 ; 17:5 ; Markus 1:11 ; Lukas 3:22 ; II Petrus 1:17 ). Bahkan DIA rela dicaci maki, dihina, disiksa sampai mati di kayu salib... Semua itu dilakukan untuk menanggung dosa-dosa kita....
Kuatkan hatimu saudara... tancapkan imanmu pada Yesus Tuhan kita yang ajaib tanpa ragu... percayalah Tuhan Yesus tak akan pernah meninggalkanmu.... Tatkala engkau merasa Tuhan tidak ada di dekatmu... cobalah instropeksi diri... Tuhan atau "aku" yang menjauh.... karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, tetapi kitalah yang sering meninggalkan Tuhan... (Kisah Para Rasul 18:10), Tuhan Yesus itu penuh kasih setia... bahkan setia sampai mati.

Ok ade kecilku.... jangan ragu lagi... teruslah kerjakan pelayananmu... karena upahmu besar di sorga... Amin

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Selasa, 18 November 2008

Obat yang manjur

Kemarin malam aq telah merasa bersalah dan sekaligus kecewa.
Tidak dapat menepati janji, itu yang membuatku merasa bersalah. Dan kecewa pada keadaan yang memaksaku tidak menepati janji itu. Padahal jauh di seberang sana dj Mikha dah memanggilku via skype dan dj Martha juga dah menungguku tuk gabungan "on air" di MG radio.... maafkan aq para dj... Sebenarnya sejak sore aq dah siap dgn skype-ku... aq juga lihat bintang yang di ausi sudah stand by dgn skype-nya.... tapi karena ada tanggung jawab yg lebih besar, maka aq hanya bisa memonitor saja sambil mendengar lagu-lagu pujian untuk kemulian Tuhan yang diputar oleh MG radio

Bekerja sambil mendengar pujian bagi kemulian nama Tuhan Yesus sambil ikutan memuji-muji Tuhan sungguh menyejukkan hatiku yg sebenarnya sedang sebel juga saat itu, sejak sore malahan. Dan ternyata hati yg sebel, marah, jengkel.... rasanya "sakiittt" gt lo... makanya ada tertulis,"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (Amsal 17:22)
Makanya lebih enak hati yang gembira... bener deh.... ngapain sebel, ngapain marah, ngapain sedih.... lha wong gembira itu enak kok... sukacita itu indah.... puji Tuhan
hmm apalagi yaaa.... udah aaah sampe sini aja.... pokoknya jangan sampai suka marah, sebel jengkel dsb.... apalagi benci... wadooow jangan deh... mending bergembira... bersuka cita.....
ok deh sampai sini dulu aja aaah... JBU

Senin, 17 November 2008

si Min dan Sutar

Tengah hari ini selepas jam istirahat kantor, Boni, Site Operational Manager proyek kami naik ke lantai dua, di ruang administrasi dan teknik, ruangan dimana saya juga ada. Boni tidak sendiri, di belakangnya ada seseorang berbadan kekar dan berkulit hitam terbakar matahari mengikutinya, Min begitu Boni memanggilnya, seorang tukan gali dan kepruk. Usut punya usut ternyata Boni hendak mengklarifikasi pembayaran mandor yang tak jelas juntrungannya. Min diajak ke atas (lantai dua) oleh Boni semata untuk menceritakan kronologis pembayaran yang gak jelas tersebut. Sambil kerja saya mendengar ketika si Min tadi bercerita, ternyata dia (si Min) di curangi sama kawan sekerjanya, ketika bayaran itu sudah di berikan kepada Sutar (kawan si Min) uang hasil kerjasama tersebut tidak dibagi sebagaimana mestinya, malahan tatkala si Min menanyakan perihal pembagian hasil, Sutar malah marah, dan si Min tidak mau melayani kemarahan Sutar yang gak jelas itu, atau yang jelas-jelas bermain curang.... pun demikian si Min menerima dengan lapang dada atas kecurangan kawan sekerjanya itu.

Sore hari ketika kantor mulai sepi, saya berandai-andai dan sekaligus kagum mengingat cerita yang dituturkan si Min tadi. Andai saja si Min bukanlah orang yang sabar, bukanlah orang yang mempunyai rasa persaudraan yang tinggi pada kawannya, pastilah akan terjadi pertengkaran dan bahkan perkelahian, mengingat mereka adalah buruh-buruh kasar yang mudah sekali terbawa emosi. Dan saya kagum akan sikap sabar yang ditunjukkan si Min pada Sutar kawannya. Karena kesabarannya itulah maka tidak terjadi "perang saudara" dan dengan kesabarannya itu pula maka diantara mereka tetap ada kedamaian... tapi entahlah... mereka merasa damai atau menyimpan dendam???.... yang tahu hanya mereka berdua, si Min dan Sutar.

"Adalah lebih baik menahan amarah daripada mengumbarnya jika mengakibatkan malapetaka"

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.
(Efesus 4:26)

Senin, 10 November 2008

SAMPAI KE UJUNG BUMI

Kubilai Khan adalah kaisar terbesar dalam sejarah Mongolia setelah Jenghis Khan, kakeknya. Pada abad ke-13, Kubilai Khan menerima kedatangan para pedagang Eropa. Setelah berbincang, kaisar tertarik dengan iman kristiani. Jadi, ia meminta agar ada seratus misionaris yang dikirim ke Mongolia untuk mengajar tentang Yesus. Namun, gereja di Eropa tak merespons. Mereka terlalu sibuk dengan urusan internal gereja, sehingga hanya ada dua misionaris yang dikirim, yaitu Nicholas dan William. Mereka pun tidak sampai ke Mongolia karena tak tahan menghadapi situasi perang yang sedang terjadi di Asia Tengah. Mongolia pun gagal dimenangkan bagi Kristus.

Kelalaian gereja pada masa lampau juga masih kerap terjadi pada zaman ini. Orang kristiani terlalu sibuk dengan urusan internal gereja. Akibatnya, gereja makin tertutup terhadap dunia di sekelilingnya karena “temboknya” semakin tinggi. Dan “tembok” itu membuat kita lupa bahwa semestinya kita ini menjadi pembawa berita baik bagi mereka yang masih banyak berdiri “di luar tembok”.

Kita mesti meneladani semangat pemberitaan Injil yang dilakukan Paulus. Ia berusaha membagikan Injil di tempat-tempat yang belum pernah mendengar nama Yesus (ayat 20). Inilah yang semestinya menjadi kerinduan setiap gereja. Kiranya setiap gereja kita terus setia melakukan hal ini. Urusan internal gereja memang tak dapat diabaikan, tetapi jika itu membuat gereja berhenti memberita-kan Injil, perlahan-lahan gereja akan “mati” karena tak memenuhi tugas yang diembannya. Apakah gereja tempat Anda beribadah adalah gereja yang memberitakan Injil Kristus?

JIKA TEMBOK GEREJA MAKIN TINGGI BERARTI GEREJA GAGAL MENJADI SAKSI

Penulis: Budianto Lim

Bacaan : Roma 15:14-21

15:14 Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.
15:15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu,
15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
15:17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.
15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,
15:19 oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus.
15:20 Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain,
15:21 tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."

diambil dari Renungan Harian, Senin 10-11-2008

Rabu, 29 Oktober 2008

eS Ka De

Suatu kali ada seorang kawan saya mengatakan,"orang sudah tua kok dinasehati" sebagai jawaban atas teguran yang diberikan akibat kurangnya rasa solidaritas dia terhadap kawan sekerja lain yg perlu dukungan moril dari kawan-kawan.

Mengingat peristiwa itu saya jadi bertanya pada diri sendiri,"Apa bener kalo dah tua, dah dewasa, ga perlu nasehat lagi...?", Waah andai saja semua orang dewasa punya pemikiran yang sama seperti itu..... pasti ga ada masjid, gereja, pura ato tempat2 ibadah lainnya yang dikunjungi orang dewasa.... atau ga ada seminar-seminar yg mengajarkan ini dan itu tentang perilaku orang dewasa..... lebih parahnya lagi... pasti semua orang pada eS-Ka-De alias Sak Karepe Dewe (semaunya sendiri).... dan kalau semua orang sudah es ka de.... waaaah susah ngebayangin deh..... pastinya akan ada ribut-ribut disana-sini.... lha wong semua pada es ka de.... ga mau diatur.... ga mau adanya aturan (alam rimba kalee....)

Saat kita ingin berpenampilan baik, cakep, cantik dsb... kita perlu cermin agar bisa menata penampilan sesuai dengan yang kita ingini.... menata rambut, lipstik, bedak dsb....., saat kita berada di depan cermin, kita tahu apa yang kurang ato lebih pada diri kita, pada penampilan kita.... tapi.... usai kita bercermin.... usai pula pengetahuan kita terhadap dandanan kita.... terutama pada wajah kita.... Itulah sebabnya kenapa suatu saat ada yg bilang..."eh tuh bedak km gak rata...." atau "hiii seram deh kamu...." dsb, mungkin akibat dari keringat atau sesuatu yang lain yang tanpa kita sadari telah merubah dandanan wajah kita.....

So artinya kita memang gak bisa hidup dg cara "es ka de".... sak karepe dewe atau semaunya sendiri.... kita masih perlu orang lain untuk menegur, mengajar dan memberi nasehat disaat ada yang salah pada diri kita. Instropeksi diri adalah perlu.

Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. ( Yakobus 1:23-24)

Ok coi.... Godbless u all..... deh.....

Sabtu, 25 Oktober 2008

CELOTEH BOCAH


Suatu malam saya telpon keluarga di Surabaya dan kebetulan waktu itu Hana putri pertama kami yang mengangkat, sedang asyiknya kami ngobrol tiba-tiba datang kawan saya dengan suara kerasnya mengganggu keasyikan kami yg sedang ngobrol, saya jadi kesal dan spontan berkata,“ooh dasar wong gendeng...” , pada kawan saya itu. Saya lupa kalau di seberang sana Hana mendengar, lalu dia bertanya, ”siapa sich pa kok suaranya keras-keras gitu?” dengan perasaan masih kesal saya jawab ”iya di sini ada orang gila yang suka ganguin orang telpon” saat itu Hana langsung menegur saya ”husss ga boleh lo pa! masa kawannya dibilang gila” karena masih kesal saya jawab lagi “ abiz kalo orang yang suka gangguin orang lagi telpon itu kan namanya orang gila…” dan diseberang sana Hana tetap bersikeras menegur saya “iya… tapi ga boleh pa…”. begitu polosnya suara itu. Hingga akhirnya saya sadar bahwa saya telah berbuat kesalahan. Usai telpon saya langsung bersyukur pada Tuhan, karena kasihNya melalui putri kami, DIA mau mengingatkan saya untuk tidak berkata sia-sia.

Banyak diantara kita orangtua tidak pernah mau mendengar “suara hati” anak-anaknya. Kecenderungannya adalah; seorang anak “harus mendengar” apa yang dikatakan orangtua. Alasannya klasik, karena merasa lebih tahu, lebih pengalaman, lebih tua dan lebih-lebih yang lainnya (hehehe jadi ingat iklan neh “…yang muda gak boleh bicara…” ) cape deeh….

Tuhan bisa berkarya lewat apa saja dan melalui siapa saja (betul ... apa... betul.....?)
Oleh karena itu jika suatu saat anda berbuat kesalahan, dan kemudian anak-anak anda mengingatkannya, jangan anda malah marah-marah dan tersinggung! (hayooo siapa yg suka begitu angkat tangan…), melainkan kita juga harus instropeksi diri, belajar merendahkan diri. Jangan seperti iklan tadi! Bukannya keluarga yang komunikatif itu lebih baik dari pada keluarga yang diam-diam “mengandung umpan” hehehe…. Umpan tuk bertengkar maksutnya gt lo….

Banyak contoh kegagalan keluarga mendidik anak karena kurangnya komunikasi antara orangtua dan anak. Apalagi keluarga-keluarga kaya yang kedua orangtuanya disibukkan dengan bisnis mereka masing-masing. Anak dipercayakan pada pembantu atau baby siter, kamarnya berisi televisi, video games, cd player dsb. Tanpa kontrol yang baik dari orangtua. Akibatnya anak lebih sayang si bik Ijah ketimbang sayang mama papanya. Tak jarang anak-anak muda yang terjerumus narkoba adalah mereka yang dari keluarga kaya. Secara jasmani mungkin mereka terpenuhi, tetapi apakah rohaninya bisa terpenuhi jika kasih sayang orangtua digantikan dengan harta yang berlimpah saja? Be carefull……! Uang bukan segalanya! Kelimpahan harta belum tentu menjamin hidup bahagia. Bahagia secara dunia mungkin okeylah, namun kebahagian jiwa, kebahagiaan rohani, bagaimana?

Perlu juga diingat!, Tidak hanya dari kalangan keluarga kaya saja yang bisa mengalami seperti itu, keluarga yang ekonomi pas-pasan juga bisa mengalaminya lho…. Suatu kali saya mendengar acara yang diberi tajuk “Blak-blakan” di salah satu radio swasta di Bali, yang saat itu sedang membahas “free sex dan narkoba”. Radio tersebut mengundang seorang wanita yang pernah terjerumus dengan kehidupan seperti itu.

Dikisahkan saat dia meninggalkan keluarga yang serba kekurangan, tujuan utama datang ke Bali adalah bekerja, maka bekerjalah dia sebagai pramusaji di sebuah café. Dia sering mendapat uang tips dari pengunjung dan bahkan pada akhirnya dia menjalin hubungan khusus dengan salah seorang pelanggan café tersebut, seorang duda kaya yang jauh lebih tua dan pecandu narkoba. menjalani kehidupan bak suami istri, walau pada akhirnya menikah dan kemudian suaminya meninggal karena over dosis. Tapi dia tak jerah juga dengan kematian suaminya, tetap saja dia bernarkoba ria, sampai pada akhirnya dia ketangkap polisi dan dijebloskan ke penjara.

Efesus 5:1 " Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih"

+_+ God bless us +_+

Rabu, 15 Oktober 2008

Sepak bola bocah

Suatu sore dari teras lantai dua belakang kantor, saya melihat beberapa bocah laki-laki bermain bola di tanah lapang yang akan segera dibangun sebuah gedung. Teriak mereka begitu keras saya dengar. Diantara mereka ada yang semangat mengejar bola, ada pula yang ogah2an....
Singkat cerita ada seorang bocah yang menangis karna dinakalin sama seorang bocah yang sedikit lebih besar darinya. Entah apa sebabnya saya gak tahu... kemudian ada seorang bocah yang sebanding dengannya menghampiri... semula saya kira akan menolong, karana saya lihat dia ikutan jongkok berbincang pada bocah yang menangis sambil berlutut.... eh ternyata tidak... tiba-tiba dia berdiri dan menendangi kawannya yang sedang menangis itu... kontan saja tangisnya malah menjadi.....
Setelah beberapa saat permainan berhenti karena insident itu, permainan dilanjutkan, dan tampak mereka bergembira lagi, seolah tak pernah ada seorangpun yang bertengkar. Mereka kembali mengejar-ngejar bola dan berusaha membikin gol ke gawang sandal-sandal mereka. Tidak ada dendam.
Itulah dunia bocah, dunia yang cinta damai, dunia yang tak mengenal dendam.
Itu sebabnya mengapa Tuhan Yesus mencontohkan anak kecil sebagai lambang pemilik "Kerajaan Sorga"

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
(Matius 18:3)